[Zebra:02] Environtment Behaviour Studies

Oleh : Maharani Pradani

Suzukakedai (5/22) – telah berjalan lancar
Talkshow berkedok Zebra yg dimulai dari jam 5.20 sampai
jam 6.55 dengan kondisi cuaca hujan rintik-rintik. Acara ini dibawakan oleh
para presenter dari PH Ohno Sensei yang senantiasa ceria selalu seperti
anak buahnya yaitu Mba Rachma dan Mba Lya. Zebra kali ini dihadiri kurang
lebih 12 penonton (note : 5 orang dari lab pandji sensei looh :D). Zebra
kali ini dibawakan dalam 10% bahasa inggris, 10% bahasa jepang, 38% bahasa
indonesia, 42% bahasa jawa 😀

Pada kesempatan kali ini mba Rachma dan mba Lya menjelaskan tentang
risetnya yang berbasis EBS. Apasih EBS itu??? EBS adalah singkatan dari
Environment Behavior Studies. Sesuai dengan kepanjangannya, dalam EBS ini
mba Rachma dan mba Lya mempelajari bagaimana menyesuaikan desain
(arsitektur) dengan pola kebiasaan masyarakat dalam lingkungan hidupnya.

Mba Lya hadir sebagai presenter pertama dengan pemaparan mengenai “Privasi
Penghuni Rumah Toko”. Mba Lya bercerita tentang bagaimana kegiatan
berjualan dalam rumah toko mempengaruhi privasi dari penghuninya. Dari
mulai interaksi pengunjung dan penghuni hingga pengaruh ruang dalam rumah
toko terhadap privasi penghuni rumah toko. Ternyata ada juga ya privasi
penghuni rumah toko, padahal dani kirain para penguhi rumah toko sudah rela
privasinya diganggu karena resiko usaha 😛 heheehehehe

Mba Rachma hadir sebagai presenter kedua dengan pemaparan mengenai “xxxxx
Post-Disasters house”, aduh dani lupa judulnya (maap mbaa), tapi yang pasti
ini seru banget. Mba rachma cerita gimana pentingnya post disasters house
sebagai lingkungan pemulihan bagi korban bencana alam. Para korban bencana
alam pastinya ingin suasana atau kondisi tempat tinggalnya seperti apa yang
dirasakan sebelumnya. Ternyata berdasarkan observasi Mba Rachma, ada
ketidak puasan dari para korban bencana alam terhadap post-disaster house
yang tidak dapat memfasilitasi pola hidup mereka seperti sedia kala. Pada
studi kasus Yogyakarta, para korban gempa lebih menginginkan “rumah
tumbuh” (dari kecil jadi besar, dari 2 ruangan jd 3 ruangan, dll) jadi kalo
mereka agak kesulitan beradaptasi dengan rumah bentuk “dome” hehe (tp
shouganai ya namanya bantuan dari “dome organization” :P).

Berikutnya adalah sesi tanya jawab, aduh tapi mohon maaf saya lupilupi
(lupa-lupa ingat :P). Pokoknya dari nanya tentang post-disaster house yg
cocok diaplikasikan, output riset mba lia, cerita tentang Ohno lab yang
bisa meneliti apa aja sampai hal sekecilpun, sampai mas syamsiro yang mau
bikin ruko di yogyakarta (amiin didoain :P). Tapi saya buat poin2nya deh :

1. Q : Menurut mba rachma, yang mana post disaster house yang cocok
(antara rumah bangun sendiri, rumah tembi atau rumah dome)? apakah setiap
daerah bisa berbeda?

A: Kalau menurut aku, lebih baik yang sesuai dengan kebiasaan wong jowo
yg bikin rumah tumbuh. Tapi ya namanya bantuan dari luar ya “shouganai”.
Karena biasanya pembicaraan mengenai desain dll hanya terjadi antara
pemberi bantuan dan klien, sedangkan user sebagai pengguna kurang
dilibatkan. Setiap daerah bisa berbeda, tergantung pada kebiasaan, pola
hidup masyarakat setempat.

2. Q : kira2 nanti output riset mba lia seperti apa?

A : Sekarang masih menobservasi tentang bagaimana privasi yang baik
bagi penghuni rumah toko, tetapi inginnya bisa jd usulan desain (mba rachma
juga ingin outputnya seperti ini :D)

aduh saya lupa ini beneran ya segini aja ya Q&A nya hehe

Serunya zebra kali ini adalah, zemi santai ala talk show dengan transfer
ilmu yang menarik, asik deh 😀

oiya acara ini juga disponsori kueh Milk Tea pond cake fua2 dan super enak
buatan chef sadono (saya makan 1 1/2 looo). Makanya dateng ke suzukakedai,
Zebra asik dan menarik serta ciamik 😀

mudah2an acara zebra berikutnya bisa sambil makan2 atau BBQ-an *ehhh

Partisipasi anda sebagai presenter, penonton, penyumbang makanan, tim hura2
ditunggu ya di acara ZEBRA berikutnya 😀

Leave a Reply