[Zebra:04] Computational Intelligence – Image Processing

Oleh: Maharani Pradani

Suzukakedai(6/6)-Tanpa basa basi, Zebra dalam bentuk konferensi meja bundar kali ini menghadirkan duo dari Hirota Lab, Mba Chastine dan Ko Martin alias komar. Sasuga memang anak komputer bisa buat slide menarik, mba chastine hadir dengan slide cantik nuansa biru sebiru kursi (ruangan saat itu :p) dan komar hadir dengan slide yang bisa nge-zoom sendiri.

Sekilas mengenai hirota lab, sebenernya apa sih yang dipelajari di Hirota lab? Studi dalam hirota lab itu berbasis computational intelligence (algoritma cerdas) yang digunakan untuk membangun metode penyelesaian problem, studi kasus, dan lain lain. Bidang2 riset utama dalam lab ini adalah Image understanding, quantum computing, scheduling, dan lain lain. Hirota lab ini punya independent lab activity (study group) yang berawal dari “*geng lunch*” (hidup geng lunch^^), dari *geng lunch* ini banyak tercetus ide-ide baru dan sampai sekarang kelompok ini sudah menghasilkan beberapa tulisan ilmiah (*“from lunch tables to proposal and papers”*). Riset yang dilakukan oleh mba Chastine dan komar berbasis image processing. Tujuan risetnya untuk penerapan dalam bidang medis. Riset mba chastine mengenai penerapan image processing untuk penghitungan jumlah sel darah putih dalam penentuan status akut dari leukemia. Kalau risetnya komar adalah image processing berupa gigi manusia untuk pengidentifikasian korban-korban bencana yang sulit teridentifikasi seperti; korban kecelakaan pesawat, korban kebakaran, korban gempa bumi, dll. Dalam penentuan tipe leukemia akut, ternyata masih dilakukan secara manual yaitu dengan menghitung jumlah sel darah putih dari microscopic image. Waktu rata-rata untuk mendapatkan hasilnya adalah 2-3 jam tergantung pengalaman dari dokter yang menganalisanya (subjektifitas sangat tinggi). Dalam penelitian ini, mba chastine melakukan WBC (White Blood Cells) segmentation dan differential counting dari hasil microscopic image penderita leukemia. Kesulitan dalam penelitian ini adalah dalam mendeteksi WBCnya karena berukuran sangat kecil dan overlapping dengan sel-sel yang lainnya. Penghitungan dan pengklasifikasian WBC dilakukan dengan metode fuzzy morphology. Hasil penelitian ini rencananya ingin diterapkan di rumah sakit di surabaya karena dengan penelitian ini akan lebih cepat untuk menentukan status leukemia penderita. Seperti kita ketahui bahwa, pengidentifikasian korban bencana alam atau kecelakaan merupakan hal yang tidak mudah. Gigi manusia yang ternyata tahan suhu tinggi dan tidak mudah hancur, dapat digunakan menjadi media untuk pengidentifikasian korban bencana alam atau kecelakaan. Dalam penelitiannya, komar menggunakan postmortem image dari gigi korban-korban tersebut untuk pengidentifikasian korban. Dental segmentation dilakukan dengan MIA (Multiscale Image Analysis) untuk memisahkan gambar gigi dengan backgroundnya. Untuk memastikan akurasinya, hasil analisa tersebut dibandingkan dengan pengklasifikasian secara manual. Hasil penelitian ini akan mengeluarkan daftar-daftar nama korban yang paling mendekati (best matches list) saja, keputusan hasil identifikasi akan ditetapkan oleh dokter. Sekian laporan dari saya, semoga bermanfaat, maaf kalo ada salah penyampaian, jika ada tolong di koreksi 😀 Saya akhiri dengan kata-kata sakti dari mba chastine “*Kolaborasi Itu Penting*”~

One Response to [Zebra:04] Computational Intelligence – Image Processing

  1. bentang says:

    wah,, kok zebra yang di Ookayama gak pernah ada fotonya ya?? X___X

Leave a Reply