[ZEBRA Mei 2013] Membangun Kewirausahaan Sosial yang Berkesinambungan di Indonesia dengan Energi Terbarukan

 

 

 

 

 

 

 

Suzukakedai (22/5) - “Membangun Kewirausahaan Sosial yang Berkesinambungan di Indonesia dengan Energi Terbarukan” menjadi judul Zebra kali ini, menghadirkan Ananda Setiyo Ivannanto, atau akrab disapa Ivan. Mantan aktivis PPI Jepang ini menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Ritsumeikan Asia Pacific University dijurusan Bisnis Administration dan International Cooperation Policy pada 2010,dan kemudian kembali ke tanah air sebagai mitra perusahaan A-Wing di Indonesia. Dalam kesempatan ini beliau berbagi pengalamannya terjun dalam dunia bisnis. Produk utamanya berupa turbin angin mikro dan compact RO desalination.

Membawa listrik ke daerah tidak terakses listrik menjadi visi perusahaannya, sehingga targetnya adalah daerah terpencil. Untuk turbin angin mikro, dengan teknologinya bisa menghasilkan listrik dari kecepatan angin 1.2 m/s, turbin anginnya mampu membangkitkan daya 1000 – 1800 watt dengan kecepatan rata-rata 4 m/s perharinya. Tak semudah membalikkan telapak tangan, nilai ekonomis tidak tercapai jika sekedar memproduksi listrik untuk kebutuhan sehari–hari, karena pemanfaatannya sebagian besar hanya untuk penerangan (konsumtif). Beliau melihat adanya potensi besar untuk pemanfaatan energi terbarukan dengan desalinasi di Indonesia, dikarenakan dengan dihasilkannya air minum dari energi terbarukan, maka air minum dapat dijual dan menjadi kegiatan yang produktif. Sebagai contoh untuk mikrohidro, di beberapa lokasi di Indonesia energi yang dimanfaatkan tidak sepenuhnya, dan itupun hanya dipakai malam hari, sehingga jika dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan air minum, maka siang hari bisa diisi dengan kegiatan produktif. Beliau ada target untuk tahun ini bisa melakukan pilot project untuk sistem ini, dan sudah menentukan tempat-tempatnya, salah satunya di daerah Mbakuhau, P. Sumba, Propinsi NTT. Daerah ini telah terpasang pembangkit listrik mikrohidro yang memproduksi 37 kW, namun hanya 8 kW yang digunakan atau sekitar 20%, sehingga sisa listrik 29 kW, dengan 12 jam operasi (348 kWh) tidak termanfaatkan. Oleh karena itu, peranan energi terbarukan menjadi signifikan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat pada daerah terpencil.

 

Dengan adanya pemasukan di daerah tersebut maka mereka dapat berupaya untuk mengaplikasikan teknologi/produk ramah lingkungan lain seperti untuk daur ulang sampah, distance learning, klinik kecil, dll. Dari sini beliau melihat bahwa peranan alumni Jepang menjadi penting karena mereka yang kelak dapat membawa teknologi tepat guna tersebut ke Indonesia. Keberadaannya di Jepang selama berkarir di A-Wing sebelum pulang ke Indonesia, berhasil menjaring mitra-mitra dari pengusaha Jepang yang memiliki potensi untuk mengembangkan teknologi tepat guna di Indonesia. Selain A-Wing dibidang turbin angin, beliau menjaring mitra lain di bidang toner, daur ulang sampah, photocatalyst, picocell, biomass, kuliner, property development, franchise restoran, dan pengembangan tuna. Untuk bidang yang terakhir, ia menjembatani kerjasama yang dibangun antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Koperasi Nelayan di Kushimoto, Pref. Wakayama, untuk mengembangkan budidaya tuna di Indonesia. Disesi diskusi, Mas Ivan memaparkan kendala pengembangan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia adalah belum adanya kesepahaman yang terbangun antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah, tentang pentingnya energi terbarukan. Salah satu upaya yang dapat kita dilakukan (bagi pelajar) adalah dengan membangun kesepahaman mulai dari masyarakat, dari ilmu yang kita-kita miliki. Kita dapat memanfaatkan sosial media, dan kemajuan teknologi IT, dari situ masyarakat akan mendorong stakeholder lainnya untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan.

Saran dari Bang Manahan terkait ide produksi air minum, yaitu perlunya dibangun hubungan antara provider dan customer mengenai produk yang akan dijual. Masyarakat Indonesia yang heterogen, dari tingkat pendidikan dan juga latar belakang, membuat penerimaan terhadap suatu teknologi disuatu daerah terkendala. Dari interaksi provider dan customer, terbangun rasa memiliki dari customer sehingga nantinya teknologi desalinasi atau teknologi apapun dapat berkelanjutan dan memberi manfaat. Pesan yg disampaikan Mas Ivan kepada para mahasiswa dan trainee Indonesia di Jepang, yaitu mari membangun kepercayaan dengan pihak Jepang dan bersama membangun Indonesia. Bagi mahasiswa bisa berupa membangun kerjasama / kolaborasi dengan sensei di Jepang selepas menyelesaikan studi, maupun bagi trainee yang telah menerima pelatihan dan magang di perusahaan Jepang, agar bisa menerapkan keahliannya ataupun membuka usaha dari ilmu yang dibekali ketika tiba di tanah air.

 

Email beliau : ivannanto@awing-i.com

Leave a Reply