Category Archives: Ragam

Selamat Hari Ibu!!

Bertepatan dengan Hari Ibu kali ini, PPI Tokodai ingin berbagi sedikit informasi mengenai wanita khususnya figur seorang ibu di Jepang. Kita semua tentunya pasti tahu bagaimana figur seorang ibu di Indonesia. Tapi figur ibu di Jepang? Bagaimana sebenarnya kisah mereka? Kalau penasaran, yuk sisihkan sedikit waktunya untuk menyimak artikel ini!
Tulang punggung keluarga
Agak berlebihan memang mengatakan bahwa ibu adalah tulang punggung keluarga karena mencari nafkah masih tugas seorang ayah. Namun, maksud tulang punggung keluarga di sini adalah, seorang ibu lah yang berperan dalam segala hal lainnya selain mencari nafkah. Sebagi contoh, jika sebuah keluarga ingin pergi rekreasi ke suatu tempat maka seorang ibu lah yang akan menyiapkan segala keperluannya. Mulai dari bangun pagi menyiapkan sarapan, air hangat untuk mandi, barang-barang yang akan dibawa, kendaraan yang akan digunakan, dan lain-lain. Seorang ayah, kasarnya, hanya tahu asal berangkat saja. Ini sangat berbeda dengan sebagian besar keluarga di Indonesia di mana biasanya baik ibu maupun ayah keduanya bekerja sama untuk menyiapkan segala sesuatunya.

Perencana keuangan keluarga
Sesuai judul dari poin ini, seorang ibu di Jepang adalah orang yang mengatur seluruh keuangan keluarga. Sekitar lima puluh persen pasangan suami-istri di Jepang di mana sang istrilah yang berperan sebagai financial planner. Seorang suami akan menyerahkan seluruh gajinya kepada istri lalu sang istri lah yang akan mengalokasikan keuangan tersebut untuk keperluan sehari-hari. Oleh karena itu, sering kita lihat di film atau anime ada adegan di mana seorang ibu terlihat sibuk membuat laporan keuangan keluarga. Namun, kadang-kadang, ada juga ibu yang bertindak curang/hesokuri: memanipulasi keuangan keluarga sehingga ia bisa menggunakan uang tersebut untuk keperluannya sendiri. Meski hal ini jarang terjadi, jangan-jangan ini yang menyebabkan laki-laki Jepang menikah dengan perempuan asing?

Siap berkomitmen untuk keluarga
Wanita-wanita di Jepang apabila sudah siap untuk menikah maka ia bersungguh-sungguh memiliki niat untuk berkomitmen demi keluarga. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah kesediaan para ibu di Jepang berhenti bekerja untuk mengurus keluarga, terutama setelah memiliki anak. Berhenti bekerja setelah memiliki seorang anak adalah hal yang sangat umum terjadi di antara para ibu di Jepang. Mereka menyadari bahwa peran seorang ibu dalam keluarga amatlah penting sehingga mereka bersedia meninggalkan pekerjaan mereka dan mengurus keluarga serta mendidik anak-anak mereka. Hal ini jarang kita jumpai pada wanita-wanita Indonesia, terutama yang sudah berkarir. Biasanya, wanita-wanita karir di Indonesia tetap ingin bekerja meski sudah memiliki anak.

Tetap langsing meski sudah berkeluarga
Hal ini mungkin hal yang paling mencolok jika Anda berkunjung ke Jepang. Para ibu di Jepang tidak memiliki tubuh yang gemuk meski mereka sudah berkeluarga dan memiliki anak. Sangat berbeda keadaannya dengan para ibu di Indonesia yang cenderung menggemuk setelah melahirkan. Ternyata, hal yang membedakan adalah, para ibu di Jepang dibatasi nutrisinya oleh dokter selama masa kehamilan. Kelebihan nutrisi pada masa kehamilan bisa menyebabkan sang ibu menggemuk. Oleh karena itu, para ibu di Jepang bisa tetap mempertahankan berat badan yang ideal meski telah melahirkan.

Pemerintah menyadari pentingnya peran seorang ibu
Poin ini mungkin tidak berkaitan langsung dengan para ibu di Jepang tetapi justru pada perhatian pemerintah terhadap para ibu di Jepang. Pada era Meiji, Jepang memiliki kebijakan untuk mengirim wanita-wanita Jepang ke luar negeri untuk belajar menuntut ilmu. Tujuannya adalah agar setelah pulang kembali, nantinya wanita-wanita ini dapat menjadi ibu-ibu yang baik bagi keluarga terutama anak-anak mereka (ryōsai kenbo). Jepang sadar betul peran seorang ibu dalam keluarga. Ibu yang baik menghasilkan keluarga yang baik. Keluarga yang baik sejatinya akan membantuk masyarakat yang baik pula sehingga terciptalah bangsa yang baik, seperti Jepang yang kita ketahui saat ini. Mungkin ini juga adalah salah satu penyebab kesuksesan Jepang yang tidak diketahui oleh banyak orang. Ternyata, peran ibu itu sangat besar terhadap suatu bangsa karena dari ibulah generasi penerus bangsa dilahirkan.

Demikianlah sekelumit penjelasan mengenai kehidupan para ibu di Jepang. Artikel ini bukan artikel ilmiah dan mungkin saja terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan artikel ini. Meskipun demikian, semoga artikel ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca. Sekali lagi, selamat Hari Ibu!

boys

girlsFrom PPI Tokodai with Love

Penampilan Angklung PPI Tokodai di Aoba Matsuri

Oleh : Kemal Maulana

Halo semuanya! Sudah tahu kan bahwa PPI Tokodai punya tim angklung? Nah, tim angklung PPI Tokodai ini bulan lalu, tepatnya 23 November 2013, tampil di acara Aoba Matsuri yang diselenggarakan di 青 葉 区 区 民 交 流 セ ン タ ー (Aoba-ku Kumin Kouryuu Sentaa). Acara ini  diselenggarakan setiap tahun dan sejak tahun lalu tim angklung PPI Tokodai diminta untuk tampil di  acara ini. Sebagai catatan, di tempat ini juga diadakan kelas belajar bahasa Jepang secara sukarela sehingga orang asing pun sering datang ke tempat ini. Tim angklung PPI Tokodai tampil sebanyak dua kali: indoor dan outdoor. Total ada tiga lagu yang dibawakan oleh tim angklung PPI Tokodai dalam setiap penampilan. Lagu-lagu tersebut adalah Sempurna dari Andra and the Backbone, Bengawan Solo, dan sebuah lagu Jepang 上を向いて歩こう (Ue wo Muite Arukou).

Secara umum, penampilan tim angklung PPI Tokodai sudah cukup menghibur, terbukti dari antusiasme para penonton. Terlebih pada saat tim angklung PPI Tokodai mempersilakan beberapa penonton untuk mencoba memainkan angklung. Tidak sedikit juga penonton yang bertanya meminta penjelasan lebih lanjut mengenai angklung; mengapa ada pemain yang memegang lebih dari satu instrumen misalnya, dan hal-hal lainnya. Namun, tentu saja ada beberapa kekurangan juga yang terjadi pada saat penampilan. Semoga tim angklung PPI Tokodai bisa berlatih lebih giat dan menjadi lebih baik lagi! Terus beri kami semangat ya! 😀

Oh iya, berikut sedikit cuplikan penampilan tim angklung PPI Tokodai di Aoba Matsuri. Selamat

menikmati!

The Early Warning System: FAIL !

Oleh: Rhiza S. Sadjad

Anis Matta, selaku Presiden baru PKS telah melarang kader dan pengurus PKS agar tidak membahas aspek hukum dari peristiwa penangkapan LHI oleh KPK karena sudah ditangani oleh satu tim pengacara-nya. Kita hormati larangan itu, makanya dicoba dibahas aspek lainnya terkait dengan peristiwa itu. Tentunya hal ini perlu, untuk menjawab pertanyaan yang bergejolak di benak masyarakat.

Perjalanan ke Negara Penakluk Amerika

Irwan Prayitno*

Setelah membaca artikel dari Pak Yudi mengenai perjalanan ke Jerman sebagai negara maju, giliran saya ditengah kesibukan riset, mencuri waktu untuk menulis artikel tentang Vietnam yang merupakan negara berkembang. Pada saat saya akan berangkat ke Vietnam, Oktober lalu, saya berusaha membayangkan, seperti apakah negara itu? Dan upaya itu selesai saat saya mendarat di Airport Noi Bai, Hanoi. Bangunan Airport tersebut lumayan modern, dan begitu kami keluar dari pintu pesawat, puluhan langkah kemudian langsung berhadapan dengan loket imigrasi. Wah pendek sekali! Setelah melalui counter imigrasi, saya dan Djoko (teman di Todai) langsung mencari Money Changer untuk menukar Yen ke Dong, dan ternyata tidak ada. Kami terpaksa menukar di kantor pos dengan dirubung para calo valas dan supir taxi gelap. Akhirnya setelah celingukan kami naik taxi resmi airport dengan biaya 10 USD.

Fenomena Blog

Aditya RK*

Superb!!! Blog tidak dapat dianggap remeh. Blog kini bahkan sudah menjadi kekuatan untuk menyebarkan informasi. Bagi orang yg sering meluangkan aktifitasnya didunia maya, maka sudah tidak asing lagi dengan istilah blog.
Blog adalah turunan dari diary yg ditampilkan dan dituangkan dalam internet. Didalam blog kita bisa sebebas-bebasnya berekspresi; menuangkan ide, membagi lagu atau video kesukaan, meng-upload photo2 atau bahkan berbisnis. Fenomena blog kini kian menjamur, bahkan orang-orang penting sudah mencoba meluangkan waktunya untuk membuat dan berbagi pengalaman lewat blog. Sudah dapat
dibayangkan ternyata informasi telah terbuka selebar-lebarnya, tiap orang dapat berekspresi sekuat-kuatnya dan sudah tidak ada lagi hambatan untuk menumpahkan jati diri. Bagi orang yang seneng ber-traveling (backpacker) akan membagi informasi tempat-tempat indah, makanan yg lezat, hotel indah dan murah, serta tempat hiburan2 yg bisa dikunjungi. Bagi penggemar game bisa berbagi informasi tentang tips2 cheat dan game2 terbaik. Bagi orang sukses akan bercerita pengalaman yg didapat dan bagaimana cara mendapatkan kesuksesannya. Atau bahkan untuk orang2 medioker (yg tidak punya ide berbagi) mereka biasa menampilkan foto2 mereka ditempat2 terkenal dan sharing musik2 kesukaan dll. Dan banyak cerita yg lain.
Fenomena blog hampir sama ketika handphone, email, atau bahkan jejaring sosial muncul. Semuanya mempunyai benang merah yang sama, yaitu kepemilikan pribadi yang menunjukan identitas diri. Handphone telah berhasil menggantikan line telephone ataupun telephone umum. Masyarakat kini menyadari bahwa mereka butuh privasi dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, mereka bisa menghubungi orang yg dicintai atau bahkan meng-arrage meeting point tanpa harus menunggu telp berdering dirumah atau mencari telp umum didepan pos hansip. Email telah berhasil menggusur keberadaan air mail yg sangat vital perannya dimasa perang ataupun dimasa pacaran orang tua kita. Hanya perlu tersambung dgn internet kita bisa mengirim atau menerima pesan dari teman kita dari belahan bumi lain dgn sekejap (kecuali meng-attach file 10Mb diwarnet deket Dipati Ukur). Kini peran hanphone dan email pun dijewantahkan dalam bentuk businesscard. Dalam kartu nama kita selalu mencantumkan no handphone dan email pribadi kita. Kita semakin yakin dgn jati diri kita ketika no HP dan email merekat dalam identitas kita. Tapi ternyata HP dan email belum cukup, layanan lainpun disodorkan.. ..jejaring sosial, seperti friendster, myspace, facebook dll. Kekuatan yg ingin dibangun adalah harapan kita dapat tetep membangun network, bertemu teman lama dan berkenalan dgn teman baru. Seiring dgn persaingan jejaring sosial, blog kita muncul. Provider dahulunya menyediakan fasilitas blog dalam jejaringsosialnya, namun kini tersedia provider khusus penyedia Blog seperti wordpress, blogspot dll.
Hebat!!! manusia sekarang kian menyadari ‘menjual diri’ untuk berbagi kepada masyarakat. Domain yang dahulunya dimiliki oleh orang2 berkuasa, terkenal, berpengetahuan dan memiliki uang kini berubah haluan. Kita mungkin tidak perlu mengundang artis dlm talkshow lagi, mungkin tidak perlu mengundang Steve Jobs atau Bill Gates tuk bercerita, atau siapapun itu yg kita anggap hebat untuk mendapat informasi darinya. Hanya dgn blog, mereka bisa membagi cerita mereka.

Tidak ada marketing tanpa bias, begitupun dalam blog. Berbagi pengalaman positive atau menunjukan kepada orang dimana saya berada sekarang adalah yg sering dilakukan. Jarang kita berbagi kegagalan, kehilangan, dan kesedihan yg mungkin bagi sebagian orang sangat diperlukan (bkn berbagi aib loh..). Bagi saya pribadi ,yang belum mempunyai blog, telah dapat memperoleh pelajaran berharga dgn keberadaan blog ini. Jika blog anda ingin sering dikunjungi, isilah dgn pemikiran2 yang bermanfaat, pengalaman2, dan tips2 hidup. Jika anda mengisi blog anda hanya untuk menunjukan ‘siapa anda’ dgn cerita2 keluar negeri, photo2 anda ditempat terkenal atau dgn orang
terkenal, maka jejaring sosial cukup bagi anda. Mari kita jadikan blog
tempat berbagi ilmu.

*Penulis adalah mahasiswa master tahun pertama