Tag Archives: Lurah

Lurah PPI Tokodai 2008/2009

Salam demokrasi..!!

Sebelum dikeluarkannya pengumuman mengenai pembukaan masa Pemilihan Lurah PPI Tokodai 2008, ada dua kekhawatiran yang sempat muncul. Pertama mengenai rendahnya tingkat partisipasi warga, kedua mengenai ketiadaan calon lurah yang bersedia maju ke gelanggang. Berbagai metode dipikirkan untuk mengatasi hal tersebut, termasuk memetakan kira-kira siapa yang akan maju dan kubu-kubu pendukungnya.

Ternyata sejak dibukanya Pemilihan Lurah yang dibuka per 4 September dg pengumuman Komisi Pemilihan Lurah Tokodai 2008, peta yang coba direka-reka tadi hanya valid hingga penutupan masa pengajuan calon lurah baru (16 September). Setelah itu, tidak bisa diprediksi sama sekali akan mengarah ke mana suara warga. Akibatnya, hingga sebelum suara terakhir diterima (19 Oktober), masih belum bisa diprediksi siapa yang bakal terpilih.

Walhasil, metode yang sudah direncanakan pun mengalami sedikit perombakan guna menyesuaikan dg dinamika perpolitikan di kampung ini.

Ya, dinamis. Itulah kata kuncinya. Dinamika itu pulalah yang membuat KPU berulang kali membuat posting (10 kali termasuk klarifikasi, tidak termasuk surat suara via japri, hampir menyaingi postings calon-calon lurah) disertai kekhawatiran akan direvisinya pengumuman itu lagi. Saking dinamisnya situasi yang berkembang di seputar pemilihan tersebut.

Sekali lagi menekankan, bahwa dinamika tersebut tidak saja via posting di milis, tetapi juga email-email via japri, kontak-kontak lisan, maupun surat suara yang masuk.

Dari surat suara yang masuk, sama sekali tidak representatif dengan gembar-gembor posting pemilihan lurah di milis. Hal itu pula yang membuat bahkan KPU dan lurah incumbent -yang sempat memetakan calon dan kubu-kubunya sebelum masa pemilihan- tidak bisa lagi memperkirakan calon mana yang bakal unggul. Karena, calon yang diusung oleh beberapa warga saja, ternyata sempat memimpin perolehan suara meninggalkan -meski tidak jauh- kedua calon lainnya.

Sayangnya, segala hal yang berkaitan dengan surat suara ini, termasuk yang paling menarik adalah pergerakan dukungan terhadap calon-calon lurah, hanya KPU dan Lurah incumbent saja yang tahu. Dan ini, akan tetap dijaga seperti ini. Oleh karenanya, beberapa email epilog seperti ini coba diposting untuk berbagi gegap-gempitanya pemilihan lurah tahun ini, sekaligus sebagai lesson-learned penyelenggaraan pemilihan lurah ke depan.

salam demokrasi..!!

Komisi Pemilihan Lurah 2008

—————————————————————————

Salam demokrasi… !!

Masa pengajuan bakal calon (balon) lurah PPI Tokodai 2008-2009, 6 – 16 Sept,
hanya diwarnai oleh 13 warga yang berpartisipasi dalam mengajukan nama-nama
balon. Dari ke-13 warga tadi, muncul 14 nama balon yang akhirnya tinggal 3
calon yang tetap melanjutkan bertahan di gelanggang.

Meski sempat ada polemik mengenai pencalonan KPU di bursa calon lurah,
tetapi sebuah fakta pentingnya adalah KPU sendiri ternyata hanya muncul
sebanyak 4 kali dari pilihan warga yang mengajukan tadi. Sementara calon
terkuat disebut sebanyak 8 kali. Disamping itu, masih ada calon lain yang
disebut sebanyak 4 kali bahkan ada yang sampai 7 kali meski akhirnya bakal
calon dengan 7 kali penyebutan tersebut memutuskan mundur.

Boleh dikata sekali lagi, polemik yang gegap gempita di milis ternyata sama
sekali tidak mencerminkan aspirasi sesungguhnya dari warga kampung PPI
Tokodai. Ini pulalah yang menjadikan pergerakan dukungan tiap calon lurah
benar-benar *unpredictable* . Yang menarik lainnya, calon yang disebut paling
sedikit ketika maju ke gelanggang, ternyata sempat memimpin tipis perolehan
suara. Tipisnya perbedaan suara antara satu calon lurah dengan lainnya juga
menjadi hal yang menarik. Apalagi calon lurah bersuara terbanyak hanya beda
2 (dua) suara saja dengan yang mengikuti di belakangnya. Benar-benar
persaingan yang ketat dan susah diperkirakan pemenangnya hingga penutupan
masa pencoblosan (19 Oktober) lalu.

Masa pencoblosan sempat diperpanjang hingga 2 kali. Pertama karena selama
seminggu masa pencoblosan yg berakhir 4 Oktober, baru 13 warga saja yang
menggunakan haknya. Kemudian diperpanjang 5 hari, yang berhasil menjaring 21
warga selama masa perpanjangan yang pertama ini. Karena partisipasi warga
masih dibawah 50 persen, maka masukan untuk mengirimkan surat suara
sekaligus reminder via jalur pribadi -seperti yang pernah dilakukan- mulai
dipersiapkan. Pengiriman surat suara via japri ini berhasil menjaring 20
warga untuk memberikan suaranya dalam kurun waktu 7 hari.

Walhasil 54 suara sudah masuk ke kantong KPU yang berarti 72 persen warga
berpartisipasi dalam pemilihan lurah kali ini. Sebuah semangat kepedulian
yang patut diacungi jempol. Semoga pemilihan di masa yang akan datang akan
lebih baik lagi dan tentunya lebih berwarna.

salam demokrasi..! !

Komisi Pemilihan Lurah 2008

—————————————————————————

Salam demokrasi… !!

Akhirnya, segenap kru yang bertugas mengucapkan terima kasih kepada warga
yang telah berpartisipasi dalam pemilihan lurah tahun ini. Tidak saja yang
mengirimkan suaranya, tetapi juga yang “hanya” memberikan kritik, saran,
informasi tanpa memberikan suaranya. Bahkan sekedar mempertanyakan kebijakan
KPU. Itu menjadi pemicu tersendiri supaya KPU berjalan sebagaimana mestinya.

Terima kasih kepada para warga yang -disadari atau tidak- telah menjadi
kompor pemilihan lurah tahun ini. Sangat terasa gebyar dan serunya pemilihan
lurah kampung kita dengan kehadiran kompor-kompor tadi. Meski tidak terbukti
representatif di kotak suara, tetapi keberadaannya membuat pemilihan lurah
jadi lebih dari sekedar komunikasi-komunika si email yang membosankan.

Kiranya perlu memohon maaf juga untuk kinerja pelayanan KPU yang belum bisa
memenuhi keinginan para warga sekalian. Disadari sepenuhnya bahwa sebanyak
kepala warga yang dilayani, sebanyak itu pula kenginan yang muncul, tetapi
sangat sulit mengakomodasi seluruhnya.

Mohon maaf untuk mereka yang pernah kurang berkenan dengan jawaban “aduh,..*
mbok* lewat email atau milis saja dong..”. Atau untuk mereka yang menganggap
pemilihan lurah ini sebagai hal yang sepele sehingga tidak perlu
*gitu-gitu*amat untuk mengurusinya, mohon maaf kalau KPU melihatnya
sebagai kerja besar
yang perlu digawangi dengan tanggung jawab dan kebanggaan. Hal tersebut
terutama sekali dalam menjaga akuntabilitas KPU.

Mohon maaf juga kalau keinginan warga yang tidak bisa dipenuhi untuk ikut
mengetahui posisi perolehan suara tiap calon lurah. Meski akhirnya kurang
bisa memberikan *greget* hingar-bingar dinamika politik warga kampung. Hanya
fakta penting tentang suara saja, yakni kemenangan tipis -beda 2 suara saja-
yang dicapai oleh lurah terpilih tahun ini, yang bisa dibagi kepada warga
untuk menunjukkan betapa meratanya kekuatan kubu masing-masing calon lurah.

Akhirnya lagi, terima kasih kepada ketiga calon lurah yang telah bersedia
terus maju hingga detik ini demi meneruskan estafet pelayanan bagi warga
kampung. Tidak ketinggalan kubu-kubu pendukungnya yang jujur saja membuat
KPU dan lurah incumbent sempat geleng-geleng kepala. Meski sayang, hanya KPU
dan lurah incumbent saja yang bisa geleng-geleng kepala untuk masalah ini.
Trilogi epilog dari KPU inilah yang diharapkan bisa membagi kekaguman pada
tingginya kesadaran politik warga kampung kita tercinta.

Semoga pemilihan lurah tahun depan bisa lebih baik lagi dari sekarang.
Sampai jumpa di pemilihan lurah tahun depan dan Pemilihan Umum Republik
Indonesia
2009.

salam demokrasi..! !

Komisi Pemilihan Lurah 2008

—————————————————————————

Nama Lurah Terpilih PPI TOKODAI 2008/2009 :

Teddy Ardiansyah

Selamat kepada Lurah terpilih, selamat menjalankan tugas dan selamat berkarya !!!

—————————————————————————