Tag Archives: zebra

[ZEBRA 2012: 2] Estimation of non Mosquito Dengue Fever Vector in Singapore using agent based modeling dan oxy-combustion of Hydrothermally Treated Biomass

Oleh : Nur Akmalia Hidayanti
Editor : Natalia Maria Theresia

Suzukakedai(24/10/2012) – ZEBRA 02 menghadirkan Muhammad Al Atiqi mahasiswa pertukaran ACAP dari NTU, Singapura dan Srikandi Novianti ,mahasiswa M2 dari Yoshikawa Lab, Dept. of Environmental Science and Engineering, memaparkan tentang penelitian di Lab masing-masing. Diskusi di antara audiens dan pembicara seringkali terjadi selama presentasi berlangsung. Besarnya antusiasme audiens terhadap presentasi masing-masing pembicara menambah seru suasana ZEBRA kedua kali ini.

[ZEBRA 2012: 1] Zebra Perdana di Tahun 2012-2013 (Teknologi Wireless 60 GHz)

Penulis : Nur Akmalia
Editor: Bentang Arief Budiman

Ookayama(17/10/12) –  pukul 5 sore menjadi awal dari seminar bersama (ZEBRA) warga PPI Tokodai. Menghadirkan pembicara Nurul Fajri, acara perdana tersebut berlangsung cukup meriah. Fajri membuka zebra dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Beliau datang ke Jepang pada 2 April 2007. Sempat belajar bahasa Jepang selama 1 tahun di Japanese Language Education Center, Tokyo. Lalu mengambil program D3 dan akhirnya melanjutkan studi S1 ke Tokodai. Beliau juga berencana melanjutkan program master di bidang dan universitas yang sama.

[Zebra : 08] “Korelasi Hotspot dengan Kualitas Udara” dan “Identifikasi Gen Resistensi Lisozim”

Oleh: Srikandi Novianti dan Isa Ansrullah
Editor: Natalia Maria Theresia

Suzukakedai (4/7) –  Pembicara pada ZEBRA edisi 08 adalah 2 pembicara muda dari bidang keahlian yang berbeda.  Pembicara pertama adalah mahasiswa M1 yg selalu riang dan aktif di setiap acara PPI Tokodai, yg berasal dr Yoshikawa Lab, Maharani Pradani yang membagikan pengalaman dan pengetahuannya dalam TA S1nya di suatu institut terkemuka di Indonesia. Sedangkan pembicara kedua, YSEP pertama yg akan tampil di zebra, yg namanya hampir selalu muncul di semua artikel terbaru website (sebagai editor), Natalia Maria Theresia yg  berbicara mengenai gambaran umum risetnya dalam program YSEPnya.

[Zebra : 06] Efek Korosi pada Struktur Beton Bertulang

Aris Aryanto - Zebra 06

Oleh: Natalia Maria Theresia /Adiyudha Sadono

 

Suzukakedai (20/6) – Indonesia merupakan negara maritim yang tentunya memiliki wilayah lautan yang luas, dan sangat mudah dan beresiko terserang korosi, baik di daerah kepulauan maupun perkotaan. Zebra PPI Tokodai kali ini menghadirkan pakar dibidang teknik sipil, Aris Aryanto, Shinohara Laboratory- Dept. Env. Science & Technology, yg membahas korosi pada beton bertulang. Sekalipun peserta yg hadir lebih sedikit dari biasanya karena kehilangan banyak perserta dr Yoshikawa lab yg sedang zemi di waktu yg sama, Zebra tetap berjalan seperti biasanya.

Korosi dalam beton berbeda dengan korosi biasa. Beton merupakan material yang bersifat basa (pH 12-13), dimana strukturnya ditopang oleh poros baja. Diantara 2 struktur ini akan terbentuk lapisan pelindung (besi oksida) yang melindungi baja dari korosi, dimana korosi terjadi jika baja terpapar pada kondisi asam. Jadi, korosi baru bisa terjadi saat beton dihilangkan  dan baja terkespos ke lingkungan (depasivasi).  Lingkungan mengandung semua faktor utama penyebab korosi, seperti keberadaan oksigen, air, dan ion agresif  (seperti klorida) yang merusak beton.

[ZEBRA: 05] Bagasse Fly Ash Utilization for Advanced Material Preparation

Oleh: Bentang A.B./nmtheresia

Ookayama(13/6)– Tentunya kita sudah mengetahui bahwa terdapat berbagai metode pengelolaan sampah dan limbah. Namun, ilmu pengetahuan kian berkembang, pengelolaan sampah kini bukan hanya mengenai bagaimana supaya sampah itu bisa hilang, melainkan supaya dapat bermanfaat.  Sampah biomassa merupakan salah satu jenis sampah yang banyak tersedia di Indonesia, mengingat negara kita merupakan negara agrikultur yang kaya akan keanekaragaman hayati.  Paling umum terjadi, limbah biomassa ini dibakar begitu saja untuk menghasilkan panas. Lalu? Dibiarkan teronggok begitu sajakah? Demikianlah awal seminar zebra episode ke 5 yang menampilkan PhD candidate Chandra W. Purnomo. Seminar yang dihadiri sekitar 20 orang ini berlangsung cukup menarik, terlebih banyaknya ide bisnis yang muncul jika riset yang sedang dijalankan pembicara bisa diterapkan secara masal di Indonesia.